Kaji ulang Shalat #1: Shalat Puncak Ibadah*

Salah satu nikmat terbesar yang ingin didapat manusia adalah mendekatkan diri kepada sang Khalik dan Zat Yang Maha Segalanya.

Untuk itu ada banyak tarekat yang menawarkan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Namun sebenarnya puncak dari berbagai sarana pendekatan diri kepada Allah adalah melalui shalat, bukan metode-metode lain  yang diajarkan tarekat.

Sehebat apapun cara yang diajarkan tarekat, nilainya masih lebih rendah dibanding shalat. Jika saja shalat kita hayati dengan betul,  maka itulah puncak ibadat kita.

_Yang  harus di ingat, shalat bukan hanya untuk dikerjakan akan tetapi harus ditegakkan._ Perintah shalat dalam Al-Quran selalu menggunakan kata “aqimish-shalâh” (tegakkan shalat), yang berarti menghayati proses ibadat shalat secara lahir dan batin.

Secara lahiriah berupa penghayatan terhadap gerakan shalat seperti ruku dan sujud.

Secara batiniah berupa penghayatan terhadap makna yang sedang dibaca di dalam shalat.

Untuk mengetahui apakah shalat kita sudah betul maka lihatlah efek shalat terhadap kehidupan keseharian kita: baik yang berhubungan dengan Allah (hablum minallah), berhubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) dan seluruh ciptaan Allah. @def

Pos ini dipublikasikan di Ibadah, Religi, Shalat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s