Kajian Al Baqoroh ayat 11-12

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ{11} أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”. (Al Baqarah: 11-12)

 

Allah swt Memberitahukan salah satu karakter orang-orang munafik, bahwa ketika ada orang yang beriman berkata kepada mereka : “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi, dengan melakukan kemunafikan dan bersifat loyal terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang Kafir.” Maka mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanya ingin melakukan dan membuat perbaikan.”

AllahSubhanahu Wata’ala menampik pengakuan bohong mereka itu dan menegaskan bahwasanya merekalah yang sesungguhnya membuat kerusakan, bukan orang-orang yang beriman, yang berani menentang mereka. Akan tetapi sayang sekali, orang-orang munafik tidak menyadari hal itu dikarenakan kekafiran mereka yang sudah menguasai hati sanubari mereka.

Allah Subhanahu Wata’ala juga memberitahukan bahwa ketika ada orang beriman yang menasehati mereka dan mengatakan, “Teguhkanlah iman kalian, dan berimanlah sebagaimana si Fulan dan si Fulan sepertiAbdullah bin Salam.” Maka mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman sebagaimana orang-orang bodoh yang tak punya pikiran dan yang tak tahu jalan itu.?” Maka Allah Subhanahu Wata’ala menjawab kebohongan mereka itu, dan menegaskan bahwa orang-orang yang munafik itulah yang sebenarnya bodoh bahkan tak berilmu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahukan tentang salah satu karakter orang-orang munafik, bahwa ketika ada orang yang beriman berkata kepada mereka: “Janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi, dengan melakukan kemunafikan dan bersifat loyal terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang Kafir.” Maka mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanya ingin melakukan dan membuat perbaikan.”

Allah Swt menampik pengakuan bohong mereka itu dan menegaskan bahwasanya merekalah yang sesungguhnya membuat kerusakan, bukan orang-orang yang beriman, yang berani menentang mereka. Akan tetapi sayang sekali, orang-orang munafik tidak menyadari hal itu dikarenakan kekafiran mereka yang sudah menguasai hati sanubari mereka.

Kerusakan yang dilarang disini adalah kerusakan yang bersifat maknawi. seperti kemaksiatan, kemunafikan, kekufuran dan sebagainya. Kerusakan yang bersifat maknawi akan mengakibatkan kerusakan fisik. Maka sebagian ulama’ menyatakan bahwa makna kerusakan dalam ayat ini mencakup dua macam yaitu kerusakan yang bersifat fisik dan non fisik, meskipun ayat ini berbicara secara jelas tentang kerusakan yang bersifat maknawi. Namun kerusakan yang bersifat maknawi akan mengakibatkan kerusakan duniawi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kerusakan secara langsung contohnya adalah ketika orang kafir ketika menjadi penguasa, ia akan berfikir mengambil manfaat sebesar mungkin walaupun orang lain di bawahnya menderita. Ini adalah system Kapitalis. Karena ia tidak akan memperhatikan bagaimana eko system alam, lingkungan dan sebagainya. Kekufurannya terhadap Allah Ta’ala akan menyebabkan seseorang berani mengambil hak orang lain.

Bukan hanya dalam surah Al Baqarah saja, ada beberapa ayat lainnya yang berbicara tentang orang-orang munafik. Dalam surah Ali Imran yang berbicara tentang orang munafik dan sikap mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat saat genting yaitu pada saat perang Uhud. Di surah At Taubah banyak mengisahkan tentang sikap orang munafik saat kondisi genting yaitu pada perang Tabuk. Inilah diantara tabiat orang-orang munafik yang bermain di titik aman. Pada surah Al Ahzab, orang-orang munafik menjadi pengkhianat pada saat perang Khandaq/Ahzab. Bahkan Allah Tabaraka Wa Ta’ala menyebut salah satu surah Alquran dengan surah Al Munafiqun. Hal ini menunjukkan tentang bahaya mereka terhadap umat islam.

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL

Berdusta merupakan karakter orang-orang Munafik. Membuat perbaikan di bumi adalah dengan beramal, berupa ta’at kepada AllahSubhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya. Sedangkan membuat kerusakan di bumi yaitu dengan durhaka kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, biasanya melegitimasi perbuatannya itu dengan alasan bahwa mereka hanyalah membangun (memperbaiki), bukan merusak.

Pos ini dipublikasikan di Al Qur'an, Kajian Al Baqoroh, Munafik, Religi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s