Kajian Albaqoroh Ayat 9 (Orang Munafik)

َ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang ber-iman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. 2:9)

Orang munafik menipu Allah Ta’ala dan orang-orang yang beriman dengan cara menampakkan keimanan kepada orang-orang mukmin melalui ucapan lisan agar mendapat rasa aman.

Ternyata yang mereka harapkan dari rasa aman itu tidak wujud, bahkan kesedihan dan kesengsaraanlah yang dirasakan karena melihat kaum mukminin semakin kuat. Bahkan Allah telah menyiapkan adzab yang pedih bagi mereka di akhirat.

Mereka mengira bahwa mereka telah mendatangkan kebahagiaan bagi mereka padahal sebenarnya hal itu justru merupakan sumber kebinasaan, siksaan serta menyeret kepada kemurkaan dan siksa Allah Ta’ala yang sangat pedih, yang sama sekali tidak diharapkan oleh mereka.

Dengan berpura pura beriman padaha hatinya kafir, mereka menduga telah berhasil menipu Allah dan menyangka bahwa ucapan itu berguna baginya di sisi Allah. Mereka ber-bohong kepada Allah sebagaimana berbohong kepada sebagian orang beriman.
Orang2 munafiq hanya memperdaya diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari akan hal itu.

Firman Allah swt:

Ïيَوْمَ يَبْعَثُهُـمُ اللهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُـونَ لَهُ كَمَا يَحْلِفُـونَ لَكُـمْ وَ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَـى شَىْءٍ أَلآ إِنَّهُمْ هُـمُ الْكَاذِبُـونَÎ

“Ingatlah hari ketika mereka semua di-bangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang munafik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian. Dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh manfaat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka itulah para pen-dusta.”
QS. Al-Mujadalah: 18.

Î إِنَّ الْمُنَافِقِـينَ يُخَادِعُونَ اللهَ وَهُوَ خَـادِعُهُمْ Ï
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka itu .”(QS. An-Nisa’: 142)

Allah memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman bahwa tindakan orang munafik itu menyakiti diri mereka sendiri akibat kekufuran, keraguan, dan kebohongan mereka itu, sementara mereka sama sekali tidak menyadari dan karena mereka berada dalam kebutaan terhadap apa yang mereka lakukan.

Munafikin mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang cerdik dengan menunjukkan keimanannya sambil menyembunyikan kekufuran. Mereka merasa dapat menipu Allah dan  orang-orang mukmin, sekaligus memperoleh perlakuan dan hak-hak yang sama sebagai muslim yang lain.

Pada saat yang dirasa tepat mereka akan melancarkan serangan terhadap Islam. Akan tetapi Allah Swt mengetahui kekufuran batin mereka dan mengenali sikap mendua mereka. Lalu Allah Swt mengungkapkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dan membuka kedok mereka untuk orang-orang yang beriman.

Sikap orang-orang munafik bak seorang pasien yang datang untuk berobat kepada dokter. Saat diberi perintah dan resep obat yang mesti dimakan olehnya, ternyata ia tidak mentaati dan berbohong kepada dokter dan mengatakan bahwa obat-obat yang diberikan sudah ia makan. Dalam kondisi yang demikian, tentu saja si pasien menyangka dirinya telah menipu si dokter. Padahal ia hanya menipu dan menimpakan kerugian pada dirinya sendiri. Karena sesungguhnya akibat buruk kebohongannya itu hanya akan menimpa dirinya sendiri.

Orang yang terkena penyakit kemunafikan menyangka telah menipu Allah dan orang-orang beriman. Sedangkan sesungguhnya ia tidak menipu siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Pelajaran yang dapat dipetik:

1. Nifak adalah penyakit jiwa  bagai seorang yang sakit, tidak sehat dan tidak pula mati. Ia bukan mukmin bukan pula kafir. Nifak berkembang bagaikan penyakit kanker, yang jika tidak segera diobati akan menguasai seluruh wujud manusia dan sifat-sifat kemanusiaannya.

2. Seorang munafik adalah penipu. Kita harus berhati-hati jangan sampai termakan oleh sikap para penipu ini dan Kita sendiri jangan sekali-sekali menipu orang lain.

3. Sikap Islam terhadap munafik, sama sebagaimana sikap munafik itu sendiri terhadap Islam. Seorang munafik secara lahir ia menyatakan dirinya sebagai muslim, maka Islam pun secara lahir memperlakukannya sebagai seorang muslim. Munafikin tidak memiliki iman di dalam hatinya. Allah pun, di Hari Kiamat, akan menimpakan azab kepadanya sama sebagaimana kepada orang-orang Kafir.

4. Munafikin menganggap dirinya orang yang cerdik. Padahal ia tidak tahu bahwa pihak yang ingin dibohonginya Allah Swt, Zat Yang Maha Mengetahui segala rahasia dan perasaan hati semua manusia.

Pos ini dipublikasikan di Al Qur'an, Kajian Al Baqoroh, Munafik dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s