Kajian Al Baqoroh ayat (6)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

Ayat tersebut turun berkenaan dengan orang Yahudi Madinah yang bersekutu  dengan kafir quraisy saat memerangi orang beriman pada perang Ahzab. Orang kafir yang dimaksud adalah yang Alloh takdirkan mati dalam kekafiran. Walau seluruh ayat disampaikan kepada mereka, mereka tetap tidak beriman, padahal kita sangat menginginkan mereka beriman.

Kāfir ﻛﺎﻓﺮ, jama’nya ﻛﻔّﺎﺭ kuffār berarti orang yang menutupi, menyembunyikan yang telah diterima dan menolak kebenaran. Mereka menyembunyikan kebenaran karena di kitab mereka terdapat berita akan hadirnya Nabi akhir zaman yang ditunggu-tunggu, namun ketika ternyata Nabi akhir zaman itu bukan dari kalangan mereka, tetapi dari bangsa Arab yang mereka anggap lebih hina maka mereka mengubah kitab mereka dan menyembunyikan berita tentang Nabi Akhir zaman. Mereka menolak kebenaran karena mereka menolak kebenaran Al-Qur’an dan kerasulan Nabi Muhammad.

Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk kata ada sebanyak 525 kali.Paling dominan, kata kafir digunakan kepada orang tidak beriman atau non muslim. Tapi kafir berarti orang yang mengingkari nikmat Alloh namun tidak sampai membawa pelakunya keluar dari islam.

Allah swt telah menakdirkan makhluk-Nya ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Mereka yang kafir ada yang ditakdirkan sampai mati tetap kafir, tapi ada pula yang kemudian beriman masuk islam. Namun sebenarnya Alloh tidak sembarangan mentakdirkan seseorang jadi kafir melainkan karena mereka sendiri yang memilih jalan hidupnya untuk menyimpang dan mengambil sebab-sebab kekafiran.

Rasulullah Saw sangat menginginkan  semua orang beriman dan mengikuti petunjuknya,
وَمَآأَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman – walaupun kamu sangat menginginkannya (QS. 12:103)

Kemudian Allah memberitahukan kepadanya bahwa tidaklah beriman kecuali orang-orang yang telah diberi hidayah oleh Allah Swt.

Firman Allah dalam QS AR-RA’D : 40

وَإِن ماَّنُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka. (QS. 13:40)

Walaupun orang kafir sudah tertutup hatinya dalam menerima kebenaran Al-Qur’an. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW dan para penyampai dakwah tidak boleh putus asa untuk terus menyeru TAUHID. Tidak perlu berduka cita dan kecewa dengan sikap orang kafir. Barangsiapa menerima seruan maka baginya pahala yang berlipat, dan barangsiapa yang berpaling maka jangan bersedih terhadap mereka, hal tersebut bukan urusan Nabi SAW ataupun para penyeru dakwah. Tugas Rasul hanyalah menyampaikan,  Allahlah yang akan menghisabnya. Tanpa adanya orang kafir tak ada pahala dakwah, tak ada pahala jihad, dll.

Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki yaitu mereka yang  menerima datangnya kebenaran, dan Allah menyesatkan orang yang dikehendaki, yaitu mereka yang menolak datangnya kabar gembira berupa petunjuk jalan yang benar. Saking kerasnya penolakan mereka hampir saja Nabi SAW putus asa dan meninggalkan perintah untuk berdakwah. Allah memberi teguran kepada Nabi SAW

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَايُوحَى إِلَيْكَ وَضَآئِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَن يَقُولُوا لَوْلآأُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ أَوْ جَآءَ مَعَهُ مَلَكٌ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٌ وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ {} أَمْ يَقُوْلُوْنَ اْفتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ

Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang malaikat” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu. (QS. 11:12)

Pos ini dipublikasikan di Al Qur'an, Kajian Al Baqoroh dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s