MAKNA BACAAN TAHIYAT

(Bisa dijadikan renungan dan pelajaran untuk melaksanakan shalat yang lebih baik)

Pada saat isro mi’raj Jibril mengantar Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha.  Jibril tidak diperkenankan untuk mncapai Sidratul Muntaha, maka Jibril pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan tanpanya…

Rasulullah melanjutkan berjalan perlahan sambil ter-kagum melihat indahnya istana Allah hingga tiba di hadapan Arasy.

Stelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Nabi Muhammad SAW berhadapan dan berbincang  langsung dengan Allah SWT.

[Bayangkanlah dahsyatnya momen ini]

Berikut PERCAKAPAN Antara Rasulullah Muhammad SAW dengan Allah Subhanahu wata’ala :

a.   Rasulullah SAW memberi  pnghormatan kepada Allah SWT:
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH
(“Semua ucapan penghormatan, pengagungan, dan pujian《 hanyalah milik Allah.”)

b.   Kemudian Allah SWT membalas sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(”Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya”)

c.   Mendapatkan jawaban sperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa berbesar diri,  beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu).
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN. (”Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih.”)

Itu adalah prcakapan Sang Tuhan dan hambaNya, Sang Pencipta dan ciptaanNya yang saling mnghormati dan mnghargai satu sama lain…. dan lihat betapa Rasulullah mencintai kita umatnya… bahkan beliau tidak lupa dgn kita ketika di hadapan Allah.

d.   Melihat peristiwa ini, para malaikat yang mnyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2x  betapa mulianya Allah… betapa mulianya Muhammad…. dan kmudian para malaikat pun mngatakan :

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(”Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah… dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya”)

Jadilah rangkaian percakapan dalam  peristiwa ini mnjadi suatu bacaan dalam shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir…yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan sebagai seorg individu yang mnyayangi umatnya.

(Dulu sewaktu belum bisa memaknainya, kita bingung atas kalimat dalam bacaan ini, tapi mudah-mudahan dengan penjelasan ini bisa menjadi modal dalam lebih meresapi makna shalat kita… mrasakan getaran yang dirasakan nabi Saw dan malaikat saat peristiwa itu)

Pos ini dipublikasikan di Shalat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s