Kajian Al Baqoroh ayat 4

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. 2:4)

Beriman kepada Kitab adalah meyakini kebenaran Al-Quran tanpa membedakan ayat yang satu dengan yang lainnya. Di antara manusia ada yang mau beriman kepada sebagian ayat Al Qur’an namun kufur kepada sebagian ayat lainnya.

Beriman kepada kitab yang diturunkan sebelumnya berarti beriman kepada kitab yang berlaku pada masa sebelum nabi Muhammad saw yaitu Taurah, Zabur, Injil dan shuhuf lainnya yang membawa Tauhid, meng Esakan Allah.

Namun demikian kita meyakini bahwa Hukum-hukum dalam kitab tersebut hanya berlaku pada jamannya. Dengan adanya Al Qur’an yang dijamin otentik hingga akhir jaman kita meyakini bahwa kitab-kitab sebelumnya tidak berlaku lagi.

Kandungan Al Qur’an ada yang mempertahankan isi kitab sebelumnya, ada yang dihapuskan, ada yang diperbaiki dan ada ketentuan baru yang tidak ada pada kitab sebelumnya.

Keimanan terhadap Kitab dan rasul sebelumnya menimbulkan rasa “keterhubungan” dalam diri seseorang muttaqin dengan umat terdahulu serta perasaan menjadi pewaris para nabi dan rasul beserta kitab sucinya.

Hal ini memupuk keyakinan bahwa manusia adalah umat yang satu, yang dipersatukan oleh agama yang satu yaitu agama Islam serta Tuhan yang sama Allah Yang Maha Esa yang pada akhirnya menghilangkan sifat menyombongkan diri, rasa kedaerahan dan kebangsaan yang berlebihan.

Selain terkait masa lalu, seorang muttaqin diharapkan berorientasi ke masa depan yaitu dengan beriman kepada Hari akhir, yaitu keyakinan akan adanya kehidupan sesudah di dunia sehingga mendorong kita untuk beramal karena takut adanya pembalasan.

Tidak ada seorang mahkluk pun yang mengetahui kapan terjadinya Hari akhir kecuali Allah SWT.

Di dalam al Qur’an disebutkan “mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat : ”Bilakah terjadinya?” Katakanlah, ”Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (Qs. Al-A’raf ayat :187)

Hari Akhir terjadi didahului dengan ditiupnya sangkakala pertanda akan musnahnya alam semesta. Seluruh mahkluk, seperti manusia, binatang, tumbuh- tumbuhan, gunung-gunung, laut, langit, semuanya kacau balau dan hancur.
Semua mahkluk yang bernyawa menemui ajalnya.

Firman Allah :
“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu turjadilah Hari Kiamat.” (S. Al-Haqqah ayat 13-15 )

Hari Kiamat, apakah Hari Kiamat itu?
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihamburkan-hamburkan.
(Al qaari’ah ayat 1-5)

Pada Hari Akhir setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri. Orang tua tidak dapat menolong anaknya, anak tidak dapat membantu orang tuanya.

Setelah itu semua manusia dibangunkan kembali, lalu dikumpulkan di padang mahsyar untuk menjalani pemeriksaan dengan tertib dan adil tentang amal perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia.

Dihadapan pengadilan Allah ini manusia tidak bisa berbohong, karena mulut mereka dibungkam, yang menjawab pertanyaan adalah anggota badan yang lain. Sekecil apapun perbuatan jahat akan terlihat dan mendapat balasan. Demikian juga, sekecil apapun kebaikan yang diperbuat manusia akan terlihat dan mendapat imbalannya.

Setiap manusia menerima buku catatan atau rekaman yang lengkap tentang amal perbuatan selama hidup di dunia.

Firman Allah : Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (S. Al-Az-zalzalah ayat : 7-8)

Setelah pengadilan Allah selesai, orang-orang yang banyak melakukan amal shaleh ditempatkan di sorga. Sedangkan orang-orang yang celaka, karena banyak melakukan perbuatan dosa ditempatkan di Neraka.

Kehancuran total dunia yang fana ini dan adanya kehidupan di akhirat diketahui melalui firman Allah dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah. Akal yang sehat pasti dapat menerima dan meyakininya. Karena hal tersebut sangat mungkin terjadi bukan sesuatu yang mustahil, dan bukan sesuatu yang menyimpan dari akal sehat.

Percaya kepada Hari Akhir adalah ajaran yang datang dari Allah SWT, sebelumnya tidak ada seorangpun yang membicarakan rusaknya alam semesta ini sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur’an.

Sekali lagi Allah ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yg seimbang. Saat Allah memerintahkan kita untuk beriman kepada para pendahulu maka Allahpun memerintahkan kita untuk berorientasi ke masa yg akan datang. Dengan demikian orang bertaqwa akan berhati hati menjalankan kehidupan dunia agar di hari akhirnya mendapatkan kebaikan.

Keimanan pada Hari akhir memberikan harapan kepada setiap orang untuk mendapatkan keadilan yang seadil adilnya karena dalam kehidupan dunia bisa saja seseorang tidak mendapatkan keadilan sehingga Allah akan memberikan keadilan yang kekal di akhirat.

Pos ini dipublikasikan di Al Qur'an, Rasul / Nabi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s