Kajian Al Baqoroh ayat 3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Sifat/ciri ORANG BERTAQWA yg pertama adalah beriman kepada yang ghaib

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

” Yaitu orang- orang yang beriman kepada yang ghoib .”

Yang dimaksud yang ghaib antara lain : Allah, malaikat, alam kubur, syetan, kiamat, akhirat, syurga, neraka, takdir dll.

Beriman dengan yang ghoib dalam ayat ini mengandung makna beriman kepada Allah dengan keikhlasan sehingga muncul rasa ‘takut’ kepada Allah. Walaupun tidak melihat Allah tapi kita yakin Allah melihat kita sehingga takut kalau Allah tidak suka atas perbuatan kita.

<< إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ >>

” Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. ” ( QS Al Mulk : 12 )

<< وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاء وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ >>

” Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang takut akan Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan hari kiamat ” ( QS Al Anbiya’ : 49 ) .

<< وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَن بِالْغَيْبِ وَجَاء بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ >>

” Dan didekatkanlah syurga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh.Inilah yang dijanjikan kepadamu, kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya, (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan dan dia datang dengan hati yang bertaubat ” ( QS Qof : 31-33)

Ciri kedua seorang Muttaqin adalah mendirikan shalat.
وَيُقِيمُونَ الصَّلاة

SHALAT adalah simbol dialog hamba dengan tuhannya yang menunjukkan hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya atau Hablum min Allah.

Komunikasi dengan Allah dilakukan dengan cara lahir dan batin. Secara lahir dengan mengikuti syariat dan tata cara yang dicontohkan rasulullah saw. Secara batin melalui shalat yang khusyu dan ikhlas sehingga timbul cinta (mahabbah) kepada Allah

Ciri ketiga muttaqin adalah menginfaqkan sebagian rizki yang Allah telah berikan kepadanya sebagai bentuk hubungan horizontal sesama manusia.

Perintah shalat dan infaq sering disandingkan di dalam Al Qur’an. Hal ini menunjujkan bahwa Allah sangat mementingkan keseimbangan hubungan vertikal dengan Allah dan horizontal dengan sesama manusia.

Ayat [ومما رزقـنهم ينفقون ] , “Dan terhadap sebagian apa yang kami karuniakan kepada mereka, mereka itu menginfakkan” mencakup dua perkara. Pertama infaq yang hukumnya wajib, yang kedua infaq yang hukumnya sunnah.

Infaq wajib yaitu zakat yakni zakat maal, dan nafaqoh kepada isteri, keluarga dan sanak kerabat yang menjadi tanggungannya, budak-budak yang dimiliki  serta orang-orang yang dibawah tanggung jawabnya.

Infaq sunnah yaitu berbagai jalan kebaikan terkait penyaluran sebagian harta yang Allah limpahkan kepadanya.

Allah swt menyatakan bahwa yang dinafaqohkan hanya sebagian kecil dari harta yang diberikan bukan seluruhnya atau sebagian besarnya. Zakat maal hanya 2,5% dalam 1 tahun.

Potongan ayat  [رزقـنهم ], yang Kami karuniakan kepada mereka, merupakan isyarat bahwa harta yang ada di tangan kalian bukan semata-mata karena kemampuan kalian. Harta yang ada pada kalian adalah rezeki dari Allah yang Allah lebihkan atas hamba Allah yang lain sesuai kehendaknya.

Dalam menginfagkan harta, Allah melarang berlaku kikir dan melarang berlaku boros.

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

Artinya:
Janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu, sebaliknya janganlah kamu terlalu mengulurkannya, agar kamu tidak menjadi tercela dan menyesal. (Q.S Al Isra’: 29)

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

Artinya:
Orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan, tidak (pula) kikir tapi adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian . (Q.S Al Furqan: 67)

Mengeluarkan zakat, infak atau shodaqoh atas sebagian harta merupakan wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang dilimpahkan kepadanya.

Pos ini dipublikasikan di Shalat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s