Visi : Kunci Menggapai Keberhasilan

Secara definisi, visi adalah

–          Pandangan, Wawasan, dan Kemampuan melihat inti persoalan.

–          Pernyataan cita-cita

–          pernyataan tentang what do we want to become alias akan jadi apa organisasi ini dalam kurun waktu tertentu SEHINGGA mempunyai satu arah yang akan dituju YANG jelas arah dan jangka waktu pencapaiannya..

–          visi adalah gambaran dalam benak sang pemimpin perusahaan terhadap perusahaannya tersebut dalam waktu 10-20 tahun mendatang.

–          visi adalah mimpi yang terjadwal.

 

Di perusahaan Toyota, kalau Anda memasuki lokasi pabriknya dan bertanya pada tukang sapu yang ada di sana mengenai visi Toyota untuk lima tahun ke depan, mereka pun akan menjawabnya dengan lancar.

Visi Steve Jobs dan Steve Wozniak bahwa suatu saat, di setiap rumah tangga akan terdapat komputer. Mereka membuat komputer yang kemudian diberi nama Apple.

Bill Gates memunyai impian bahwa suatu saat nanti dunia akan dihubungkan dengan suatu media yang mudah, murah, dan tersebar di seluruh dunia. Melalui visi Bill Gates, kini kita bisa menikmati kemudahan interaksi antarkomputer melalui internet.

Michael Dell mempunyai visi akan mengalahkan raksasa komputer IBM dan saat ini penjualan komputer merek Dell sudah mengalahkan IBM.

Amway Corporation memiliki visi yaitu membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Kini Amway telah merambah dunia melalui transaksi e-commerce-nya dengan quixtar.com yang telah menjual lebih dari sejuta item barang dan jasa. Ribuan orang yang menjadi distributornya telah mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Teh Botol Sosro mempunyai visi bahwa produknya dapat dijangkau dengan mudah oleh semua orang dan saat ini Teh Botol Sosro berada di setiap pojok jalan dan warung-warung makan, sehingga memudahkan banyak orang menikmatinya.

 Dalam buku Applied Strategic Planning: A Comprehensive Guide yang ditulis Goodstein, Nolan, dan Pfeiffer disebutkan beberapa alasan pentingnya menyusun sebuah pernyataan visi yang clear, bold, strong.  Beberapa alasan tersebut adalah :

  1. visi dibutuhkan untuk memberikan pandangan yang sama dan sebagai pengikat rasa untuk bekerja dalam tim (teamwork).
  2. Adanya sebuah keinginan untuk mengawasi takdir organisasi yang bersangkutan.
  3. Adanya keinginan untuk mendapatkan lebih banyak sumber daya untuk operasional organisasi.
  4. Adanya fakta bahwa sukses yang dicapai masa kini oleh organisasi bukan jaminan untuk sukses di masa datang.
  5. Adanya keinginan untuk keluar dari masalah yang ada. 
  6. Adanya peluang untuk mengeksploitasi peluang baru atau menemukan masalah baru.
  7. Adanya kebutuhan untuk melanggengkan bisnis yang dijalankan oleh organisasi tersebut.

 

Pertanyaannya sekarang adalah: kalau benar visi merupakan bagian yang paling penting dalam penyusunan sebuah perencanaan strategi bisnis, bagaimana cara memformulasikannya?  Faktor apa saja yang mesti diperhatikan? Siapa yang memformulasikan visi bisnis? Apa kunci sukses pencapaian visi yang telah disusun? Apa ukuran kesuksesan sebuah visi dan bagaimana cara mengukurnya?

Terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan sehubungan dengan formulasi visi. Yaitu perlunya untuk melakukan identifikasi terhadap tingkat kapitalisasi pasar yang ada saat ini berikut kombinasi dari ukuran pasar dan kinerja pasar yang masih memungkinkan posisi organisasi kita tetap kompetitif di pasar. Selain itu, perlu juga dilakukan audit internal tentang kekuatan yang kita miliki untuk menunjang pencapaian kemenangan di masa depan. Kegagalan pencapaian visi tertentu oleh organisasi sering kali dikaitkan dengan kegagalan para pimpinan organisasi tersebut dalam mengusung dan menanamkannya ke pelosok organisasi.

 

Sampai di sini tampaknya visi adalah sesuatu yang sangat teoritis dan hanya tertuang di atas kertas. Lalu pertanyaan yang biasa muncul dari para perumus visi adalah berapa lama visi itu dapat bertahan?

 

Ambil contoh visi dari Ritz-Carlton, suatu jaringan hotel ternama di dunia, yang telah ada sejak hampir 50 tahun lalu dan masih berlaku hingga saat ini. Menurut TN Mahmud, dalam era globalisasi dan bisnis maya saat ini, perusahaan sebaiknya melakukan adjustment terhadap visinya secara berkala sesuai dengan jenis industri yang dimasukinya. Visi yang diusung oleh perusahaan saat ini memiliki time horizon yang semakin sempit dibanding para pendahulunya.

 

Ditambahkannya juga bahwa perusahaan-perusahaan besar yang dapat bertahan dari hantaman berbagai krisis, namun memiliki visi yang sama karena mereka memunyai core value yang kuat.  Core value adalah nilai dasar yang sangat diyakini oleh seluruh anggota organisasi.

 

Dengan berpijak pada core value, mereka yakin bahwa impian mereka akan tercapai. Bahkan menurut Erry Riyana, perumusan visi harus menyertakan emosi sehingga seluruh organisasi terobsesi dengan visi organisasi. Obsesi, emosi, dan semangat yang dimiliki oleh pucuk pimpinan diharapkan dapat menular kepada semua jajaran organisasi sehingga visi akan bertahan walaupun adanya pergantian pucuk pimpinan.

 

Agar visi menjadi darah dan jiwa bagi semua orang dalam organisasi,

q  visi harus disepakati oleh semua orang dalam organisasi.

q  Visi harus disosialisasikan, harus dikomunikasikan dengan cara-cara yang mudah.

q  Visi harus dilaksanakan dan pelaksanaannya dilakukan oleh segenap komponen organisasi.

q  visi harus sederhana sehingga setiap anggota organisasi mengerti isi visi tersebut.

Visi membutuhkan kreativitas dan kerja keras sehingga kita mampu mencapai tujuan-tujuan besar kita. 

Pos ini dipublikasikan di Manajemen, Sukses. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s