Orang dan Visinya

Menurut John C. Maxwell, kelompok orang apabila dibagi menurut VISI-nya
memiliki Empat tingkatan, yaitu:

1.Beberapa orang yang tidak memiliki visi (pengembara).
2.Beberapa orang yang memiliki visi tetapi tidak pernah mengejarnya sendiri
(pengikut).
3.Beberapa orang yang sudah memiliki visi dan mengejarnya (peraih prestasi).
4.Beberapa orang yang memiliki visi, mengejarnya dan membantu orang lain
melihatnya (pemimpin).

Empat kelompok itulah yang memang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila anda mengamati mereka, anda bisa mengenali mereka dari isi
pembicaraan mereka, sikap, kegiatan dan cara berpikir mereka.

Orang yang tidak memiliki visi umumnya senang menceriterakan tentang
hal-hal yang negatif, seperti kejelekan-kejelekan orang-lain, dan sikap
mereka umumnya “pahit”.

Sedangkan orang yang sudah melihat visi tetapi tidak pernah mengejarnya,
biasanya suka berceritera tentang kejadian biasa yang ia alami atau apa
saja yang ia lihat di jalan. Ia bicara tanpa isi, jarang kelihatan bersemangat,
dan sering mengeluh tentang kegagalan-kegagalannya, senang menyalahkan
orang lain, serta senang berceritera masa lalu. Ia tampak putus asa akibat
dari segala kegagalan-kegagalannya. Ia tampak sudah melupakan visinya.

Sebaliknya Orang yang sudah memiliki visi dan mengejarnya, mereka lebih
senang membicarakan masa depan, berpikir positip, tampak aktif dan
senantiasa bersemangat. Ada pepatah yang mengatakan sebagai berikut:
“Apa yang anda peroleh hari ini adalah hasil masa lalu anda dan Apa yang
anda lalukan hari ini adalah untuk masa depan anda”

Namun masalahnya, begitu banyak orang tidak memiliki visi tentang masa
depan, sehingga ia tidak tahu ke mana ia akan melangkah. Apa yang Ia
kejakan, tidak berorientasi pada masa depan, hasilnya adalah sesuatu yang
menyedihkan di masa yang akan datang, karena ia tidak memiliki rencana
apa-apa tentang masa depan.

Segala sesuatu diciptakan dua kali. Ciptaan pertama adalah ciptaan
imaginasi di dalam alam pikiran, dan ciptaan kedua adalah ciptaan nyata
pada alam fisik. ketika seseorang arsitek merancang sebuah gedung, maka
ciptaan pertamanya adala sebuah “rencana”, dan ciptaan keduanya adalah
banguan itu sendiri. Begitu juga kehidupan manusia. Ciptaan pertama mereka
adalah visi dan ciptaan kedua adalah masa depan mereka sendiri.

Visi adalah suatu pandangan ke depan. Apabila pandangan mata hanya mampu
melihat sebatas mata memandang yang jangkauannya sangat terbatas, maka visi
adalah suatu pandangan TANPA BATAS, yang mampu menembus RUANG
dan WAKTU. Visi itulah pembimbing hidup kita. Visi adalah sebuah Autopilot.

Do’a adalah sebuah visi, sama-sama sebuah harapan. Sama-sama berada di OTAK
sebelah KANAN. Rasulullah (Nabi Muhammad SAW) berkata “mulailah dengan
DO’A”, itu artinya, mulailah dengan sebuah visi. Namun banyak orang yang melihat,
bahwa do’a hanyalah sebuah do’a, TANPA MAU BERPIKIR lebih jauh apa makna
do’a sesungguhnya. Sehingga banyak orang sering menyalahkan Tuhan ketika do’anya
tak terkabul, padahal belum berusaha secara “TOTAL”.Ini sungguh suatu pemahaman
yang “terputus”.

Ketika Disney World pertama kali dibuka, Nyonya Walt Disney diminta berbicara.
Suaminya, Walt sudah meninggal ~ seseorang mengatakan, ” Nyonya Disney,
seandainya Walt Disney bisa melihat ini”. Nyonya Disney berdiri dan berkata,
“Dia sudah melihatnya”. Maksudnya adalah Walt Disney telah melihat hal ini jauh hari
sebelum hal ini menjadi kenyataan, yaitu melihat melalui visinya yang jauh ke depan.

 

Pos ini dipublikasikan di Personal Development, Sukses. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s