Panduan I’tikaf Romadhon

Setiap muslim dianjurkan (disunnatkan) untuk beri’tikaf di masjid,terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. I’tikaf merupakan sarana meditasi dan kontemplasi yang sangat efektif bagi muslim dalam memelihara keislamannya khususnya dalam era globalisasi, materialisasi dan informasi.

Para ulama mendefinisikan i’tikaf yaitu berdiam atau tinggal di masjid dengan adab-adab tertentu, pada masa tertentu dengan niat ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT .  Para ulama telah berijma’ bahwa i’tikaf khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnatkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari.

 

A’isyah, Ibnu Umar dan Anas ra meriwayatkan:”Adalah Rasulullah SAW beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan ” (HR. Bukhori  & Muslim).

Hal ini dilakukan oleh beliau hingga wafat, kecuali pada tahun wafatnya beliau beri’tikaf selama 20 hari. Demikian halnya para shahabat dan istri beliau senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini.  

 

Syarat-syarat I’tikaf.

  • Muslim.
  • Ber-akal
  • Suci dari janabah (junub), haidh dan nifas. Oleh karena itu i’tikaf tidak diperbolehkan bagi orang kafir, anak yang belum mumaiyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haidh dan nifas.

 

Rukun-rukun I’tikaf

  • Niat  (QS. Al  Bayyinah : 5),   
  • Berdiam di masjid (QS. Al Baqoroh : 187)

 

Awal dan akhir I’tikaf

Khusus i’tikaf Ramadhan waktunya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke 21. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang ingin i’tikaf denganku, hendaklah ia beri’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan” (HR.Bukhori). 10 (sepuluh) disini adalah jumlah malam, sedangkan malam pertama dari sepuluh itu adalah malam ke 21 atau 20. Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, kalau i’tikaf dilakukan 10 malam terakhir, yaitu setelah terbenam matahari, hari terakhir bulan Ramadhan.  

 

Hal-hal yang disunnahkan waktu i’tikaf

Disunnahkan agar orang yang i’tikaf memperbanyak ibadah dan taqorrub kepadaAllah SWT, seperti shalat, membaca al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil,takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, do’a dan sebagainya. Termasuk didalamnya pengajian, ceramah, ta’lim, diskusi ilmiah, tela’ah bukutafsir, hadits, siroh dan sebagainya. Yang menjadi prioritas utama adalah ibadah-ibadah mahdhah.   

 

 

Hal-hal yang diperbolehkan bagi mu’takif (orang yang beri’tikaf)

  • Keluar dari tempat i’tikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yangdilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah ra. (HR.  RiwayatBukhori Muslim)
  • Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
  • Keluar dari tempat keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuangair besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya),dansegala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harussegera kembali setelah menyelesaikan keperluanya.
  • Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesuciandan kebersihan masjid.

 

Hal-hal yang membatalkan I’tikaf

  • Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar,karena meninggalkan salah satu rukun i’tikaf yaitu berdiam di masjid.
  • Murtad ( keluar dari agama Islam ) (QS. 39: 653.       
  • Hilangnya akal, karena gila atau mabuk
  • Haidh / Nifas
  • Berjima’ (bersetubuh dengan istri) (QS. 2: 187). Akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri- istrinya.

 

I’tikaf bagi kaum wanita harus Mendapat izin  suami atau orang tua. Hal itu disebabkan karena ketinggian hak suami bagi istri yang wajib ditaati, dan juga dalam rangka menghindari fitnah yang mungkin terjadi.  Selain itu Tempat i’tikaf wanita harus pula memenuhi kriteria syari’at.  

Pos ini dipublikasikan di Ramadhan, Religi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s