MENCARI BAHAGIA

Setiap orang mengeluh bahwa dirinya tidak bahagia. Hal ini disebabkan Ketika mencapai suatu level tertentu namun ketika melihat orang lain, ternyata kita ingin menjadi seperti orang lain. Survey yang menunjukkan Negara dengan Indeks Happines tertinggi ternyata juga tidak bahagia. Ternyata Kebahagiaan bersifat relatif karena persepsinya berbeda dan berubah dari waktu ke waktu.

Dalam suatu pertandingan, Siapa yang paling bahagia : Peraih Emas, Perak dan Perunggu ? 

Cara umum berbahagia : Mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan tidak menyesali apa yang tidak dimiliki. Namun cenderung disalah artikan menjadi tidak mau berusaha, tidak mau menggali potensi dan berkelit dari tanggung jawab karena merasa sudah bahagia.

KeBahagiaan adalah deviasi dari tiga Faktor :

  1. Persepsi :  Diawal, Asumsi bahwa kebahagiaan diperoleh jika berada pada kondisi tertentu berdasarkan informasi dan pengalaman orang lain.
  2. Potensi : Di tengah : Kebahagiaan dihitung berdasarkan besar kecil usaha untuk mencapai kebahagiaan bukan berdasarkan potensi
  3. Prestasi : Kebahagiaan diukur berdasarkan apa yang dapat dilihat.

Prestasi bisa saja  dicapai menjadi keberhasilan atau ketidakberhasilan. Namun kebahagiaan tetap bisa diperloleh walaupun tidak berhasil jika kita meyakini bahwa kita sudah mengerahkan semua potensi terbaik yang kita miliki.

Banyak orang menjalani hidup tapi tidak menikmati hidup karena berorientasi kepada Hasil bukan pada proses.  Untuk dapat menikmati hidup maka kita harus menganggap bahwa setiap hari adalah hari terakhir kita dan menikmati proses yang terjadi.

Orang melihat kebahagiaan sebagai hasil dari kesuksesan. Padahal banyak orang sukses ternyata tidak Bahagia.

Ada 4 tipe manusia :

  1. Sukses dan bahagia
  2. Sukses tapi tidak bahagia
  3. Tidak sukses tapi bahagia
  4. Tidak sukses dan tidak bahagia

Musuh terbesar kebahagiaan adalah KEGAGALAN.  Ketika seseorang Mengatakan Gagal maka dia menutup diri sendiri dari kemungkinan berhasil. Seharusnya Bukan Gagal tapi belum Berhasil. Orang yang tidak pernah Gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba dan itu adalah kegagalan terbesar. Kegagalan adalah cara Allah memberikan Inspirasi bahwa cara yang kita lakukan tidak tepat.

Tidak bahagia karena dasar kesuksesannya bukan kebahagiaan. Kita harus mengetahui letak akar kegagalan agar kita selalu bahagia.  Gagal sebeanrnya bukan situasi tapi persepsi yang kita ciptakan sendiri. Persepsi kita bisa mengatakan bahwa gagal itu permanen atau temporer.

Kebahagiaan :

  1. Positive Emotion
  2. Engagement (Flowing/Keterlibatan) à Khusyu
  3. Relationship
  4. Meaning
  5. Accomplishment

Orang sukses jika happines level lebih tinggi walaupun skill lebih rendah. Kalau bahagian tapi skill kurang maka akan mencari cara untuk meningkatkan skill.

Mencari Bahagia Menurut Al Qur’an :

  1. Iman dan amal shaleh : 13:29, An Nahl : 97
  2. Banyak mengingat Allah : An Nahl : 28
  3. Bersandar kepada Allah : Thalaq:3
  4. Cari peluang berbuat baik : Annisa :114
  5. Tidak Panjang angan-angan dan tidak menyesali masa lalu
    1. Fikirkan masa depan tapi jangan khwatirkan
    2. Tidak meratapi kegagalan
    3. Lihat Kelebihan dan tutupi kekurangan
    4. Jangan berharap ucapan terima kasih dari manusia.

Pembentuk kebahagian :

  1. Mindfullness à Khusyu : Menyatukan Jiwa, Pikiran dan Badan.
  2. Bangun lebih pagi :
    1. Asah pikiran dan hati untuk mengembangkan diri
    2. Olah raga
    3. Bereskan hal2 kecil
    4. Meditasi

 Definisi Mereka Yang Bahagia (sa’iduun)

“Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.” (TQS. 11:105)

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (TQS. 11:108)

Jadi, Allah mendefinisikan dalam ayat di atas, mereka yang bahagia itu adalah mereka yang berada di surga. Siapa Saja yang Berada di Surga?

“Dan orang-orang yang beriman (amanu) serta beramal shalih (amilu shalihat), mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (TQS. 2:82)

“Dan orang-orang yang beriman (amanu)dan mengerjakan amal-amal yang shalih (amilu shalihat), Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”(TQS.7:42)

“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (adzab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dzalim,” (TQS.7:44 )

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (TQS.7:46)

“(Orang-orang di atas A`raaf bertanya kepada penghuni neraka): “Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?” (Kepada orang mukmin itu dikatakan): “Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” (TQS.7:49)

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,” (TQS.7:50)

“Bagi orang-orang yang berbuat baik (ahsanu), ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (TQS.10:26)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (amanu) dan mengerjakan amal-amal shalih (amilu shalihat) dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka (ahbatuu ila Rabbihi) , mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.” (TQS.11:23)

“Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (khoirun mustaqarran wa ahsanu maqilan).(TQS.25:24)

“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (al yauma fii sughulin faakihatin).” (TQS.36:55)

“Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS.46:14)

“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.”(TQS.46:16)

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (al-muttaqun) yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (TQS.47:15)

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (TQS.55:56)

“Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (TQS.55:74)

“Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS.59:20)

Pos ini dipublikasikan di Kebahagiaan, Personal Development dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s