KONSEP DIRI

Konsep diri adalah keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya.  Seseorang dikatakan mempunyai konsep diri negatif jika ia meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup.  Orang dengan konsep diri negatif akan cenderung bersikap pesimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Orang dengan konsep diri negatif, mudah menyerah sebelum berjuang dan jika gagal, akan ada dua pihak yang disalahkan, menyalahkan diri sendiri dan atau menyalahkan orang lain.

Sebaliknya seseorang dengan konsep diri yang positif akan terlihat optimis, penuh percaya diri dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, bahkan juga terhadap kegagalan yang dialaminya. Kegagalan bukan dipandang sebagai akhir dari segala, namun justru dijadikan sebagai pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depan.  Orang dengan konsep diri yang positif mampu menghargai diri dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.

Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan dari kecil hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orang tua memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri.

Sikap atau respon orang tua dan lingkungan merupakan bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh sebab itu, seringkali anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh negatif, atau lingkungan yang kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri negatif.

Sikap orang tua yang suka memukul, mengabaikan, kurang memperhatikan, melecehkan, menghina, bersikap tidak adil, tidak pernah memuji, suka marah-marah, dsb – dianggap sebagai hukuman akibat kekurangan, kesalahan atau kebodohan.   Anak menilai dirinya berdasarkan apa yang dialami dan didapatkan dari lingkungan. Jika lingkungan memberikan sikap yang baik dan positif, maka anak akan merasa dirinya cukup berharga sehingga tumbuhlah konsep diri yang positif.

Konsep diri mempunyai sifat dinamis. Ada aspek-aspek yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu, namun ada pula yang mudah berubah sesuai dengan situasi.  Seorang yang merasa dirinya pandai dan selalu berhasil mendapatkan nilai baik, ketika mendapat angka merah. Bisa saja saat itu ia jadi merasa “bodoh”, namun karena dasar keyakinannya yang positif, ia berusaha memperbaiki nilai

Faktor  Pembentukan Konsep Diri

  1. Pola asuh orangtua. 
    Pola asuh orang tua menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi konsep diri yang terbentuk. Sikap positif orang tua yang terbaca oleh anak, akan menumbuhkan konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargai diri sendiri. Sikap negatif orang tua akan mengundang pertanyaan pada anak, dan menimbulkan asumsi bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk dikasihi, untuk disayangi dan dihargai; dan semua itu akibat kekurangan yang ada padanya sehingga orang tua tidak sayang.
  2. Kegagalan. 
    Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri. Kegagalan membuat orang merasa dirinya tidak berguna.
  3. Depresi. 
    Orang yang mengalami depresi mempunyai pemikiran cenderung negatif memandang dan merespon segala sesuatu, termasuk menilai diri sendiri, sehingga Situasi atau stimulus yang netral akan dipersepsi negatif. Orang yang depresi menjadi super sensitif dan cenderung mudah tersinggung atau “termakan” ucapan orang. 
  4. Kritik internal.
    Mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang terhadap perbuatan yang telah dilakukan. Kritik terhadap diri sendiri sering menjadi rambu dalam bertindak dan berperilaku agar keberadaan kita diterima oleh masyarakat dan dapat beradaptasi dengan baik.

Merubah Konsep Diri

Dengan sifatnya yang dinamis, konsep diri dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri yang positif:

  1. Mengenali diri dan Bersikap obyektif. 
    Jangan abaikan pengalaman positif atau keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Lihatlah talenta, bakat dan potensi diri dan carilah cara dan kesempatan untuk mengembangkannya. Janganlah terlalu berharap bahwa Anda dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus.  You can’t be all things to all people, you can’t do all things at once, you just do the best you could in every waY
  2. Hargailah diri sendiri. 
    Tidak ada orang lain yang lebih menghargai diri kita selain diri sendiri. Jikalau kita tidak bisa menghargai diri sendiri, tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada diri sendiri, tidak mampu memandang hal-hal baik dan positif terhadap diri, bagaimana kita bisa menghargai orang lain dan melihat hal-hal baik yang ada dalam diri orang lain secara positif? Jika kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain bisa menghargai diri kita ?
  3. Jangan memusuhi diri sendiri. 
    Peperangan terbesar dan paling melelahkan adalah peperangan yang terjadi dalam diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya, akan timbul kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya.
  4. Berpikir positif dan rasional.
    “We are what we think. All that we are arises with our thoughts. With our thoughts, we make the world ” (The Buddha). Semua itu banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik itu persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran kita jika pikiran itu mulai menyesatkan jiwa dan raga
Pos ini dipublikasikan di Personal Development dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s